Tips Memilih Pakaian Pada Saat Masa Hamil

Masa kehamilan akan merubah banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi pada diri kita, terutama fisik yang berubah dratis ataupun perubahan lainnya yang sangat menonjol pastilah bagian perut, dan pada masa kehamilan pastilah kita kerepotan dalam memadukan pakaian atau kita harus membeli beberapa baju baru untuk menyesuaikan bentuk tubuh kita, sebelum anda membeli baju terlalu banyak, perhatikan dulu tips berikut dari kami :

Baju Untuk Keluar Rumah
Pertama, karena perubahan tubuh yang akan anda alami saat hamil ini hanya bersifat sementara, maka anda tidak perlu membeli terlalu banyak baju hamil. Anda cukup membeli seperlunya saja.Selain untuk menghemat budget anda, anda juga dapat berbelanja dengan lebih efektif dan efisien.Kemudian, yang perlu anda lakukan berikutnya adalah memilih baju yang tidak melulu bertema daster. Jika anda terpaku pada jenis baju yang semacam ini, maka anda justru akan terkesan kaku. Anda dapat memilih baju jenis apapun, yang penting anda merasa nyaman, khususnya untuk bagian perut anda sehingga anda tetap dapat tampil modis selama masa kehamilan anda

Baju Didalam Rumah
Untuk baju harian anda, anda juga tidak perlu menghabiskan budget anda untuk membeli baju hamil yang baru, anda dapat mengenakan baju suami anda seperti kemeja, kaos, celana pendek atau celana jerseynya karena biasanya laki-laki memiliki ukuran baju di atas wanita. Anda juga dapat meminjam daster rumahan milik ibu anda sehingga anda tetap dapat merasa nyaman dengan kehamilan anda.kemudian, yang tidak kalah penting adalah anda harus memperhatikan bahan baju yang akan anda kenakan.

TRADISI SUNGKEMAN

Prosesi sungkeman adalah proses dimana kita akan melakukan permintaan doa restu terhadap kedua orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan kita prosesi sungkeman adalah proses sakral, dan dilakukan pada saat lebaran atau pun yang paling mengaharukan adalah pada saat proses sungkeman acara pernikahan.

sungkem sebaiknya dilakukan ketika akan pelaksanaan akad nikah ( penerimaan sakramen perkawinan bagi Kristiani ). Kepada siapa pertama kali kita sungkem, terserah pihak keluarga atau pengantin menentukan. Ada pendapat kepada ibu dulu, karena beliau yang melahirkan kita. Ada yang berpendapat kepada ayah, karena beliau adalah kepala keluarga dan masyarakat kita berpaham paternalistis.

Pertama-tama, pihak yang disungkemi adalah pengantin orang tua dari pengantin perempuan. Pengantin secara bergantian melakukan sungkeman kepada ayah dan ibu dari pengantin perempuan. Kemudian kedua pengantin melakukan sungkeman untuk kedua orang tua pengantin pria.

Filosofi dari sungkeman adalah dalam sebuah tradisi jawa memiliki makna yang luar biasa yang sangat menjujungkan nilai menghormati orang tua, ini tidak hanya dalam adat jawa di lain adat suku bangsa lain juga memiliki nilai makna dan filosofi yang luar biasanya juga seperti adat jawa